Postingan

Bunuh Diri Bukan Lelucon

Gambar
Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus bunuh diri di Indonesia. Gue pribadi menganggap bahwa isu bunuh diri adalah isu yang sangat perlu diperhatikan dalam hal penanggulangan dari segi mental maupun sosiologisnya. Beberapa kasus yang marak diberitakan, ternyata penyebab bunuh diri ngga bisa dilihat dari satu faktor saja—tapi banyak faktor yang menyebabkan terjadinya bunuh diri.
Arti bunuh diri atau suicide (dalam istilah Bahasa inggris)yang dilansir dalam Wikipedia adalah sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri. Bunuh diri seringkali dilakukan akibat putus asa, yang penyebabnya seringkali dikaitkan dengan gangguan jiwa misalnya depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, ketergantungan alkohol/alkoholisme, atau penyalahgunaan obat.
Menurut Emile Durkheim dalam bukunya yang berjudul Suicide ada empat tipe pemicu yang menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri, yang pertama disebut sebagai bunuh diri egoistik. Bunuh diri egositik ini adalah sedikitnya integrasi sosial yan…

Mimpi Itu Gak Serius! #Sisi Pandang

Gambar
“Setiap orang pasti ada yang mempercayai mimpi dan ada yang tidak mempercayainya. Tapi untuk gue, mimpi itu adalah nyata.”
Di awal 2013 kali pertama gue menemukan bakat dan hobi menulis lalu akhirnya gue beranjak untuk membuat beberapa karya serta ikut perlombaan tingkat sekolah pada saat itu. Menulis bagi gue adalah salah satu kejujuran yang berasal dari hati dan jiwa. Kenapa begitu? Karena ketika menulis, segala imajinasi dan keinginan untuk meluapkan kata demi kata ialah datang dari kejujuran hati. Gak akan mungkin seseorang dapat menulis dengan jujur tanpa berkompromi dengan hati dan imajinasinya terlebih dulu. Saat itu, gue jadi kecanduan dengan menulis. Dan gue mulai mengulik berbagai macam cerita.
Dan pada tahun 2014, gue mendatangi sebuah Workshop walaupun acara tersebut gak relate dengan dunia penulisan, tapi yang membuat gue selalu ingat dengan acara tersebut adalah ketika gue dan teman-teman yang lain diminta untuk menuliskan mimpi apa saja dan keinginan yang mungkin akan dic…

Titik Terendah

Setelah sekian lama gue gak nulis Blog, banyak hal yang numpuk di otak gue. Tapi gue gak bisa mengungkapkannya lewat tulisan. Dan kali ini gue sedikit mau berbagi tentang masa kecil gue atau pembuktian terhadap diri sendiri bahwa terkadang sugesti dalam diri sendiri bisa mempengaruhi mampu atau ngganya kita melakukan suatu hal.
Waktu kecil saat TK, gue anak yang ceria kaya anak-anak yang lain pada umumnya. Gue jauh sama Mama karena waktu itu beliau kerja di Jakarta. Lalu Papah, Kakak, dan gue tinggal di Bogor. Pada zaman itu adalah kali pertama gue merasakan kesedihan yang gak biasanya. Jujur, terkadang gue iri sama temen-temen yang selalu dianterin pas sekolah dan disuapin bekel saat istirahat. Tapi gue selalu sok nulis-nulis di papan tulis biar ada kerjaan dan gak terus-terusan iri sama temen-temen yang lain. Hal tersebut selalu gue lakukan saat istirahat.
Gue ketemu Mamah hanya seminggu sekali. Karena gak mungkin untuk Mamah pulang pergi Jakarta-Bogor setiap hari. Dan alhamdulillahny…

Tips Lolos Lintas Jurusan Masuk PTN!

Beberapa bulan yang lalu, gue sempat membahas tentang "Hidup Ini Penuh Kejutan!" (http://notesoftasya.blogspot.co.id/2017/06/hidup-ini-penuh-kejutan.html). Di sana gue menceritakan pengalaman gue saat lolos SNMPTN lintas jurusan dari IPA ke IPS.
Biasanya, akhir bulan seperti sekarang adalah waktu-waktu yang sibuk untuk siswa kelas 3 SMA tentunya. Karena selain mempersiapkan bekal untuk Ujian Nasional, USBN, dan lain-lain, ada juga persiapan untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Walaupun semua siswa tidak semuanya lolos pada tahap 1 saat SNMPTN—karena pada saat tahun kemarin, which is 2016/2017, tahap 1 SNMPTN hanya diambil 50% IPA dan 50% IPS dilihat dari peringkat paralelnya. Tapi jangan sedih buat kalian-kalian yang gagal di tahap 1. Karena masih ada peluang di  SBMPTN, Mandiri, dan lain-lain.
Berikut adalah tips-tips menurut pengalaman gue kemarin saat SNMPTN lintas jurusan:
1. Bikin diagram nilai kalian dari semester 1 sampai semester 5.…

Dunia Ini Ada Untuk Mereka

Kalau bicara masalah sholat dan tattoo, menurut gue itu adalah urusan si orang yang punya tatto dan Allah.
Bukan gue mendukung atau menolerir tattoo itu sendiri, ya. Tapi gue agak geram aja sih banyak orang yang underestimate orang-orang ber-tattoo dan memandang kalau orang yang ber-tattoo selalu berkorelasi dengan kriminal dan "gak benar". Padahal, gak ada yang tau kan tujuan orang yang pakai tattoo itu apa? Karena itu adalah pilihan mereka (saat itu).

Dan balik lagi, walaupun tattoo dilarang dalam agama dan Al-qur'an, tapi setiap orang ada sisi kelamnya, bukan? Gue sangat yakin seyakin-yakinnya, kalo menghilangkan tattoo segampang ngeluarin upil, semua orang yang menyesal karena tattoo-an pasti langsung menghilangkannya.

Sangat disayangkan kalau banyak orang yang blurt out sama orang-orang yang punya tattoo. Seakan-akan gak ada kesempatan untuk mereka berubah dan seakan-akan gak ada kesempatan mereka untuk mengakui salahnya dan usaha jadi lebih baik di hadapan Allah.
M…

JAGA IMAGE KALI!

Kadang ada yang bilang "Jaga image, kali."
Gue merasa agak kurang setuju sih sama kalimat itu. Bukan gak setuju 100%, ya. Tapi ada beberapa hal yang harus digaris bawahi. Tapi, ini hanya opini gue dan silahkan kalo memang di antara kalian yang baca ini gak setuju.
Jadi gini, jaga image atau sikap itu memang perlu. Konotasi menjaga image itu tanpa harus perlu lo membohongi diri sendiri, ya. Bukan menjadikan lo terkekang untuk berpenampilan baik di depan orang banyak. Terkadang banyak orang yang salah mengartikan jaga image itu sendiri.
Gue tertarik untuk membahas ini karena dua hari lalu, temen gue bilang gini "Gue unexpected sama lo". Mungkin temen gue bilang seperti itu karena kondisinya belum lama kenal dan belum tau gue seperti apa. Dengan santainya gue jawab "Loh, harus bisa membedakan dong. Kalo sama temen ya enjoy apa adanya". Gak heran sih kalau zaman sekarang, terkadang kita sering nemuin temen yang baik-baik aja di depannya, tapi di belakang? who…

Body Shaming?!

Buat yang nggak tau, Body shaming itu secara sederhana adalah sikap negatif terhadap berat badan, penampilan, dan lain-lain. Tanpa disengaja, kita pasti pernah bilang ke temen kita “Eh, lo gendutan banget,sih!” atau “Eh, lo kurusan ih” dan akan ada ucapan-ucapan yang serupa sama itu. Niatnya untuk bercanda atau sekadar shock karena liat perubahan fisik dari temen kita.
Tapi, pernah nggak ngerasa seberapa nggak pede-nya dia saat kita bilang kayak gitu? Seberapa mindernya dia ngerasa gendut atau kurusan? Kita emang nggak tau dan nggak akan pernah tau gimana perasaannya dia saat dibilang kayak gitu. Bukan masalah lebay atau berlebihan. Tapi ini masalah tingkat percaya diri jadi berkurang. Gue sendiripun adalah korban Body shaming. Gue minder? Banget.
Kenapa ya, kita semua nggak bisa lebih aware sama kondisi dan kekurangan diri sendiri? Ini adalah salah satu hal yang menjadi self-reminder untuk diri gue sendiri terutama. Untuk nggak sembarang ngucap tentang fisik orang.
Untuk wanita-wani…